Wednesday, 28 October 2015

BAB 1 PENDAHULUAN

ANALISA POSTUR KERJA DAN PERANCANGAN ALAT BANTU 
UNTUK AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING 
INDUSTRI KECIL 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah 
Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam
menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Salah
satu bentuk peranan manusia adalah aktivitas pemindahan material secara
manual (Manual Material Handling/MMH). Penggunaan MMH yang
dominan bukanlah tanpa sebab, MMH memiliki keunggulan dalam hal
fleksibelitas yang tinggi dan murah bila dibandingkan dengan alat
transportasi (alat bantu pemindahan material) lainnya.
Kelebihan MMH bila dibandingkan dengan penanganan material
menggunakan alat bantu adalah pada fleksibilitas gerakan yang dapat
dilakukan untuk beban-beban ringan. Akan tetapi aktifitas MMH dalam
pekerjaan-pekerjaan industri banyak diidentifikasi beresiko besar sebagai
penyebab penyakit tulang belakang (low back pain) akibat dari penanganan
material secara manual yang cukup berat dan posisi tubuh yang salah dalam
bekerja. Faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit ini adalah beban
kerja yang berat, postur kerja yang salah dan pengulangan pekerjaan yang
tinggi, serta adanya getaran terhadap keseluruhan tubuh. Faktor-faktor yang
dapat menimbulkan adanya gangguan pada tubuh manusia jika pekerjaan
berat dilakukan secara terus menerus akan berakibat buruk pada kondisi
kesehatan pekerja terutama dalam jangka waktu panjang (Suma’mur, 1995).
Dilihat dari sudut pandang ergonomis terutama dari sudut pandang
biomekanika, pemindahan material secara manual menimbulkan kecelakaan
kerja yaitu cidera pada tulang belakang, sedangkan dari sudut pandang
fisiologi Manual Material Handling (MMH) atau pemindahan material
secara manual membutuhkan energi yang cukup besar. Tetapi pemindahan
bahan secara manual apabila tidak dilakukan secara ergonomis akan
menimbulkan kecelakaan dalam industri, yang disebut juga “Over exertion-
lifting and carrying” yaitu kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh
beban angkat yang berlebihan (Nurmianto, 1996).
Aktivitas membungkuk dan memutar didalam tempat kerja  saat
melakukan  Manual Material Handling seharusnya dikurangi atau bahkan
jika memungkinkan aktivitas ini sebaiknya dihilangkan karena sikap ini
rawan yang dapat menimbulkan gangguan pada sistem musculoskeletal.
Keluhan musculoskeletal adalah keluhan pada bagian–bagian otot skeletal
yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan ringan sampai sangat
sakit. Apabila seseorang menerima beban statis secara berulang dan dalam
waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada
sendi, ligamen dan tendon. Keluhan hingga kerusakan inilah yang biasanya
diistilahkan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) atau cidera
pada sistem musculoskeletal (Granjen, 1993 dan Lamasters, 1996, keduanya
dalam Purwaningsih dkk, 2006).
Salah satu prinsip perancangan sistem kerja dalam aktivitas MMH
adalah menjaga posisi pinggul dan bahu lurus atau segaris ketika melakukan
aktivitas MMH (Alexander, 1986). Hal ini untuk menjaga pembebanan pada
punggung tetap sedikit, karena jarak antar pusat beban dengan tubuh dekat
sehingga momen dihasilkan relatif kecil.



1.2.  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis dapat merumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah postur kerja yang aman pada pekerjaan pembuatan tahu
berdasarkan metode OWAS?
2. Bagaimanakah rekomendasi postur kerja yang aman berdasarkan
metode OWAS?
3. Bagaimana rancangan alat bantu berdasarkan data antropometri pekerja?        

1.3.  Pembatasan Masalah
Pada umumnya sebuah penelitian menghadapi lingkup wilayah
penelitian yang sangat luas. Penelitian memerlukan kejelasan luas lingkup
wilayah penelitian agar fokus dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena
itu penelitian ini membatasi masalah sebagai berikut:
1. Penelitian difokuskan pada pekerja MMH di industri kecil pembuatan
tahu yang ada di Desa Purwogondo, Kartasura, Sukoharjo.
2. Variabel pengamatan adalah postur kerja yang meliputi sikap punggung,
lengan, kaki dan berat beban berdasarkan klasifikasi postur kerja OWAS.
3. Postur kerja yang diamati adalah sikap kerja pada aktivitas proses
perendaman, pemasakan dan penyaringan serta pemotongan.
4. Dalam perancangan tidak membahas aspek biaya ekonomis.  

1.4.  Tujuan Penelitian 
Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian
dan penulisan laporan ini adalah:
1. Mengidentifikasi postur kerja para pekerja manual material handling
(MMH) Industri Kecil pembuatan tahu yang ada di Desa Purwogondo,
Kartasura, Sukoharjo dengan metode OWAS.
2.  Memberikan rekomendasi perbaikan kerja terhadap proses kerja yang
memiliki postur kerja yang paling berbahaya berdasarkan penilaian
metode OWAS.
3. Mengidentifikasi rancangan alat bantu yang ergonomis bagi pekerja
MMH di industri kecil pembuatan tahu.

1.5.  Manfaat Penelitian 
Hasil akhir penelitian ini akan dijadikan pertimbangan dan masukan
oleh berbagai pihak antara lain sebagai berikut:
1. Pihak Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai perbaikan postur
kerja dengan metode OWAS melalui perancangan alat bantu.
2.  Pihak Perusahaan
Hasil akhir dari penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi perusahaan
tentang sikap kerja yang beresiko cidera pada bagian musculoskeletal.
Kemudian dapat dijadikan pertimbangan oleh perusahaan untuk
melakukan perbaikan pada postur kerja MMH yang salah sehingga
melindungi pekerja dari cidera musculoskeletal.

1.6.  Sistematika Penulisan 
Untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dalam penelitian ini,
maka Tugas Akhir ini akan disusun dengan sistematika sebagai berikut:

JUDUL SKRIPSI

1. PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA YANG OPTIMAL DALAM PERENCANAAN PRODUKSI AGREGATE UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN
2. PENENTUAN LAY OUT MESIN BANYAK BARIS DENGAN LUAS MESIN TIDAK SAMA 
3. PERBAIKAN METODE KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
4. STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN DITINJAU DARI SUDUT EKONOMI TEKNIK PADA PT. SARI HUSADA YOGYAKARTA 
5. OPTIMALISASI JUMLAH MESIN DAN TENAGA KERJA TIAP STASIUN KERJA DENGAN METODE KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN TILE MERMES
6. KEBIJAKSANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEBAGAI USAHA MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. SARI HUSADA YOGYAKARTA
7. PENGUKURAN WAKTU ABAKU SESUAI OPERATING PROCEDURE TERHADAP PASSENGER AND BAGGAGE HANDLING DI PT. GAPURA ANGKASA PEKANBARU
8. PENENTUAN JARAK TERBAIK PEMINDAHAN BAHAN DALAM SISTEM MANUFACTURING SEL BENCHMARK SIMILARITY COEFICIENT DAN ALGORITMA HEURISTIK (SK : PT. INKA MALANG)
9. USAHA PERBANKAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS PEMBUATAN KAIN BROKAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK-TEKNIK TQC DI KUINTING PT. DALIATEX KUSUMA BANDUNG 
10. PERENCANAAN PRODUK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUINEMENT PLANNING

Wednesday, 9 September 2015

RSK SKRIPSI 2

JUDUL SKRIPSI : ANALISIS PENETAPAN POSISI DALAM MENINGKATKAN HUNIAN DI APARTEMEN GOLF PONDOK INDAH
PENULIS : YUDI
NIM : 41605120083

RINGKASAN :
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan memperoleh keuntungan, perusahaan harus melakukan salah satu fungsi pokok yaitu pemasaran. Mengingat luasnya pengertian pemasaran, maka perlu kiranya mengemukakan beberapa pendapat para ahli. Tujuan utama pemasaran adalah memberi kepuasan kepada konsumen, pemasaran bukan hanya untuk komersial atau mencari laba, tetapi memberi kepuasan kepada konsumen. Dengan adanya tujuan memberi keputusan ini maka kegiatan marketing meliputi berbagai lembaga produsen. Adanya kepuasan yang dirasakan oleh konsumen menimbulkan respon positif berupa terjadinya pembelian ulang dan mengajurkan konsumen lain agar membeli produk yang sama. Hal ini lebih sering disebut sebagai mouth to mouth advertising.

SARAN:
Seharusnya dalam menganalisis ini penulis memberikan metode apa yang cocok dalam menganalisis Apartemen Golf Pondok Indah, sehingga dapat meningkatkan daya beli konsumen. Dan juga memberikan strategi apa yang cocok dalam marketing.

KRITIK:
Menurut saya, dalam menganalisis pemasaran tersebut tidak perlu landasan teori yang meluas, yang akan membuat pembaca susah memahaminya.
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

RSK SKRIPSI 1

JUDUL : PERAMALAN PERMINTAAN GREEN TEA PE PT HPS DENGAN METODE TIME SERIES
NAMA PENULIS : JOKO SUPRIYANTO
NIM : 41614010007

RINGKASAN SKRIPSI:
Sifat produk dan pola permintaannya mempengaruhi tipe peramalan yang akan dibuat dan periode waktu yang harus ditempuh atau dijangkau.
Jika sifat produk seperti tersebut, permintaan dapat diharapkan hampir konstan dari suatu periode ke periode berikutnya sehingga jangkauan waktu dari peramalan relatif pendek. perencanaan di masa akan datang dapat didasarkan pada pengendalian bahwa permintaan akan terus berlanjut pada tingkat yang sama. Dalam kasus ini, kapasitas yang ada secara umum dapat menangani volume permintaan. Jadi, terdapat sedikit yang diperlukan untuk suatu peramalan yang cukup luas.

SARAN :
Menurut saya, dalam skripsi tersebut seharusnya lebih detail lagi dalam pemakaian metode apa.Penulis seharusnya bisa mengajukan kepada perusahaan metode apa yang harus dipakai dalam Peramalan Permintaan Green Tea PE PT HPS, bukan hanya metode time series.

KRITIK :
Penulis kurang detail dalam penyampaian metode apa yang digunakan sehingga sulit dimengerti oleh pembaca.
  http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

Sunday, 21 December 2014

Karakter Unggulan (12)

12. Kerja Sama

Dalam menjalani hidup ini kita butuh kerja sama. Sejak kita duduk di sekolah dasar kita sudah diajarkan untuk bekerja sama dengan teman di sekeliling kita. Seperti halnya untuk mencapai tujuan lebih ringan jika dikerjakan dengan bekerja sama. Misalnya dalam permainan sepak bola, tim itu akan menang jika kerja sama dalam tim tersebut baik. Selain itu, kerja sama juga berguna untuk meningkatkan silahturahmi. Kerja sama atau bergotong royong pun dapat menghemat waktu kita dalam mengerjakan sesuatu. Dalam bekerja sama kita harus meninggalkan sifat egois kita, karena itu akan membawa dampak buruk kepada kelompok kita. Saya sebagai manusia sosial sangat senang dalam bekerja sama, karena itu semua akan berguna dalam kita bekerja nanti.

Karakter Unggulan (11)

11. Bersemangat

Semangat memang diperlukan dalam menjalani hidup. Menjalani hidup tanpa semangat tentu akan membuat pekerjaan yang kita lakukan tidak maksimal. Semangat bisa timbul darimana saja. Misalnya dari motivasi. Bagi saya motivasi dari keluarga yang membuat saya bersemangat, untuk menjadi orang yang sukses saya selalu memikirkan kata-kata dari orang tua yang disampaikan kepada saya. Motivasi dari diri sendiri pun sangat penting agar kita selalu bersemangat untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
Semangat juga dapat memotivasi jiwa untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih lagi. bayangkan jika melakukan segala sesuatu tanpa adanya semangat, apa yang akan terjadi? selain membuat kita bosan dan jenuh, melakukan segala sesuatu tanpa semangat juga akan membuat hasil yang tidak maksimal.

Karakter Unggulan (10)

10. Mengendalikan Diri

Mengendalikan diri adalah salah satu sifat karakter yang sangat baik, dengan mengendalikan diri semua yang dihadapi akan mudah dikendalikan dalam diri kita. Namun jika kita tidak bisa mengendalikan diri kita, maka itu akan menghasilkan dampak buruk untuk kita ataupun dari hasilnya. Karena mengendalikan diri ini menyangku dengan kesabaran kita dan kemarahan kita. 
Kecerdasan emosional dengan pengelokan dan pengendalian diri merupakan bagian penting dalam upaya untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada dan selalu muncul dalam menjalani kehidupan. Pengendalian diri merupakan kemampuan beradaptasi dan penyusaian diri, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan alam dan lingkungan sosial.
Dalam keadaan tertentu kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri dimana banyak hal yang membuat ingin marah dan berontak, semua itu timbul karena efek dari kurangnya pengendalian diri sendiri. Dengan demikian pengendalian diri berarti suatu proses mengontrol dan mengarahkan diri, yaitu melihat bagaimana peristiwa "Mengontrol Diri" dicocokan dalam kehidupan sehari-hari :
1. Kembali melihat situasi
2. Analisis masalah
3. Selesaikan masalah dengan kepala dingin